12 Manfaat Kopi bagi Kesehatan Tubuh, Berdasarkan Sains

LajuSehat.comManfaat Kopi bagi Kesehatan Tubuh, Berdasarkan Sains. Memiliki aroma yang khas dan nikmat, tak ayal Kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia untuk dinikmati mati oleh pria, wanita, tua hingga muda.

Kopi adalah sebuah minuman dari hasil seduh biji kopi yang telah di sangrai terlebih dahulu dan kemudian dihaluskan menjadi bubuk. Bagi kamu sang penikmat kopi, tidak ada salahnya menyimak ulasan kami mengenai beberapa manfaat kopi untuk kesehatan tubuh.

Kopi mempunyai tingkat antioksidan yang tinggi dan nutrisi yang sangat bermanfaat, tampaknya meminum kopi bisa juga bilang cukup sehat. Terlebih, Studi para peneliti di dunia menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki resiko lebih rendah terkena beberapa penyakit serius seperti kanker, diabetes hingga penyakit jantung.

Ragam Manfaat Kopi

Ragam manfaat kopi berdasarkan sains

Berikut ini adalah 12 ragam manfaat yang terkandung dalam kopi bagi kesehatan tubuh berdasarkan sains:

1. Kopi Mengandung Nutrisi Esensial

Secangkir kopi yang sudah diseduh mempunyai banyak banyak sekali nutrisi yang terkandung di dalam. Seperti kandungan nutrisi dari riboflavin, asam pantotenat, mangan, kalium, magnesium, dan niasin.

Berikut kandungan nutrisi dalam 1 cangkir kopi:

  • Riboflavin (vitamin B2): 11% dari RDI.
  • Pantothenic acid (vitamin B5): 6% dari RDI.
  • Mangan dan kalium: 3% dari RDI.
  • Magnesium dan niasin (vitamin B3): 2% dari RDI.

Meskipun ini mungkin tidak tampak seperti masalah besar, kebanyakan orang dapat menikmati beberapa cangkir dalam 1 harinya, memungkinkan jumlah ini bertambah dengan cepat.

2. Kopi dapat Meningkatkan Tingkat Energi dan Kecerdasan

Siapa sangka kopi dapat membantu orang merasa tidak terlalu merasa lelah dan meningkatkan tingkat energi. Hal itu di karena dalam kopi mengandung stimulan yang disebut kafein – zat psikoaktif yang paling umum dikonsumsi di dunia.

Setelah kamu minum kopi, kafein diserap ke dalam aliran darah. Dari sana, ia bergerak ke otak. Di dalam otak, kafein akan memblokir neurotransmitter adenosin penghambat. Ketika ini terjadi sejumlah neurotransmitter lain seperti norepinefrin dan dopamin meningkat, yang menyebabkan peningkatan pada penembakan neuron.

Baca juga:  8 Manfaat Bangun Pagi Untuk Kesehatan dan Pembentukan Karakter

Banyak penelitian yang terkontrol terhadap manusia menunjukkan bahwa kandungan dalam kopi dapat meningkatkan berbagai aspek fungsi otak termasuk memori, suasana hati, kewaspadaan, tingkat energi, waktu reaksi, dan fungsi mental secara umum.

3. Kopi Membantu Membakar Lemak di Tubuh

Kafein pada kopi dapat kamu ditemukan di hampir setiap obat suplemen pembakar lemak dengan keterangan fungsi yang bagus. Itu salah satu dari sedikit zat alami yang terbukti membantu pembakaran lemak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein yang terkandung dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh sebesar 3–11%. Sedangkan pada Studi lain menunjukkan bahwa kafein secara khusus dapat meningkatkan pembakaran lemak sebanyak 10% pada individu obesitas dan 29% pada orang kurus.

Namun, ada kemungkinan efek membakar lemak dalam kafein ini bisa berkurang, pada seseorang yang sering minum kopi dalam jangka waktu panjang.

4. Secara Drastis Kopi Dapat Meningkatkan Kinerja Fisik

Kafein dalam kandungan kopi dapat menstimulasi sistem saraf, kemudian memberi sinyal pada sel-sel lemak untuk memecah lemak di tubuh. Tapi itu juga akan meningkatkan tingkat epinefrin (adrenalin) dalam darah.

Ini merupakan hormon, yang dapat meningkatkan kinerja tubuh kamu untuk dapat melakukan aktivitas fisik yang intens. Kafein juga dapat membakar lemak tubuh, membuat asam lemak bebas tersedia sebagai bahan bakar.

Mengingat efek ini, tidak mengherankan bahwa kafein dapat meningkatkan kinerja fisik rata-rata 11-12%. Karena itu, masuk akal jika minum secangkir kopi sekitar setengah jam terlebih dahulu, sebelum kamu melakukan olahraga fitness ke gym.

5. Kopi Dapat Menurunkan Resiko Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah masalah kesehatan paling utama, yang sampai saat ini telah mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Penyakit diabetes ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh resistensi insulin atau berkurangnya kemampuan tubuh untuk mengeluarkan insulin.

Salah satu studi mengamati bahwa orang yang minum kopi paling banyak memiliki resiko 23-50% lebih rendah terkena penyakit ini. Satu studi menunjukkan penurunan setinggi 67%. Menurut tinjauan besar dari 18 penelitian di total 457.922 orang, setiap cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan 7% resiko diabetes tipe 2.

6. Kopi Bisa Melindungi Dari Penyakit Alzheimer dan Demensia

Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif paling umum dan penyebab utama demensia di seluruh dunia. Kondisi ini biasanya menyerang orang yang berusia di atas 65 tahun dan hingga saat ini belum ada obatnya.

Baca juga:  11 Manfaat Buah Pisang untuk Kesehatan Pria dan Wanita

Namun, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ini.Ialah melakukan kebiasaan makan makanan yang sehat dan juga melakukan olahraga, tetapi minum kopi juga mungkin sangat efektif.

Karena, beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang peminum kopi memiliki resiko penyakit Alzheimer hingga 65% lebih rendah. Jadi, si peminum kopi memiliki resiko yang jauh lebih rendah terkena penyakit Alzheimer, yang merupakan penyebab utama demensia di seluruh dunia.

7. Kopi Dapat Mencegah Penyakit Jantung dan Menurunkan Resiko Stroke

Kafein sering diklaim dapat meningkatkan tekanan darah. Ini benar, tetapi dengan kenaikan hanya 3–4 mm / Hg, pengaruhnya kecil dan biasanya menghilang jika kamu minum kopi secara teratur. Namun, ini mungkin bertahan pada beberapa orang, jadi ingatlah hal itu jika kamu mengalami peningkatan tekanan darah.

Meski begitu, penelitian tidak mendukung gagasan bahwa kopi dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Sebaliknya, terdapat beberapa bukti bahwa wanita yang minum kopi memiliki resiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki resiko terkena stroke 20% lebih rendah.

8. Kopi Dapat Mencegah Resiko Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah kondisi dimana neurodegeneratif kedua yang paling umum, tepat di belakang Alzheimer. Parkinson disebabkan oleh kematian neuron penghasil dopamin di otak. Seperti halnya Alzheimer, tidak ada obat yang diketahui, sehingga lebih penting untuk fokus pada pencegahan.

Studi menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki resiko penyakit Parkinson yang jauh lebih rendah, dengan pengurangan resiko berkisar antara 32-60%. Dalam hal ini, kafein itu sendiri tampaknya bermanfaat, karena orang yang minum tanpa kafein tidak memiliki resiko Parkinson yang lebih rendah.

9. Kopi Dapat Menurunkan Resiko Kanker Hati dan Kolorektal

Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak dapat terkendali dalam tubuh. Kopi tampaknya bermanfaat melindungi dari dua jenis kanker yakni: kanker hati dan kolorektal.

Kanker hati menempati urutan ketiga penyebab kematian akibat kanker di dunia, sedangkan kanker kolorektal menempati urutan ke 4. Studi menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki resiko kanker hati hingga 40% lebih rendah. Demikian pula, satu penelitian pada 489.706 orang menemukan bahwa mereka yang minum 4–5 cangkir kopi per hari memiliki resiko 15% lebih rendah terkena kanker kolorektal.

10. Kopi Dapat Melindungi Kesehatan Hati

Hati adalah organ dalam yang sangat luar biasa yang dapat menjalankan ratusan fungsi penting di seluruh tubuh. Beberapa penyakit umum terutama bisa menyerang hati, termasuk hepatitis, penyakit hati berlemak, dan banyak lainnya.

Baca juga:  Manfaat kopi untuk kesehatan serta dunia kecantikan

Banyak dari kondisi ini dapat menyebabkan sirosis, di mana hati sebagian besar digantikan oleh jaringan parut. Menariknya menurut beberapa studi, kopi ternyata bermanfaat dapat melindungi dari sirosis – orang yang minum 4 atau lebih cangkir per hari memiliki resiko hingga 80% lebih rendah.

11. Kopi Dapat Menghilangkan Depresi

Depresi adalah gangguan jiwa serius yang menyebabkan penurunan kualitas hidup secara signifikan. Kopi tampaknya dapat menghilangkan resiko pengembangan depresi dan sacara dramatis juga dapat mengurangi resiko bunuh diri.

Dalam sebuah studi Harvard yang diterbitkan pada tahun 2011, wanita yang minum 4 cangkir kopi atau lebih per hari memiliki resiko 20% lebih rendah untuk mengalami depresi. Studi lain pada 208.424 orang menemukan bahwa mereka yang minum 4 cangkir atau lebih per hari, 53% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena bunuh diri.

12. Semoga Kopi Membantu Kamu Hidup Lebih Lama

Cukup nyeleneh memang, Mengingat bahwa peminum kopi cenderung tidak terkena banyak penyakit, masuk akal jika kopi dapat membantu kamu hidup lebih lama. Beberapa studi observasi menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki resiko kematian yang lebih rendah.

Dalam dua penelitian yang sangat besar, minum kopi dikaitkan dengan 20% penurunan resiko kematian pada pria dan 26% penurunan resiko kematian pada wanita, selama 18-24 tahun. Efek ini tampak sangat kuat pada penderita diabetes tipe 2. Dalam satu studi 20 tahun, individu dengan diabetes yang minum kopi memiliki resiko kematian 30% lebih rendah.

Kesimpulan Tentang Manfaat Kopi

Kopi adalah minuman yang sangat populer di seluruh dunia yang menawarkan sejumlah manfaat bagi kesehatan yang mengesankan.

Secangkir kopi pada hari-hari kamu dapat membantu merasa lebih berenergi, membakar lemak dan meningkatkan kinerja fisik, tetapi juga dapat menurunkan resiko beberapa kondisi, seperti diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Faktanya, kopi bahkan dapat juga meningkatkan umur yang lebih lama. Jika Anda menikmati rasanya dan mentolerir kandungan kafeinnya, jangan ragu untuk menuangkan secangkir atau lebih untuk diri kamu sendiri sepanjang hari.

Nah, sekian artikel kami kali ini mengenai Manfaat Kopi bagi Kesehatan Tubuh, Berdasarkan Sains. Semoga dapat menambah wawasan kamu terhadap ragam manfaat yang terdapat dalam kopi untuk kesehatan tubuh kamu.

Salam sehat, Sampai jumpa…

Sumber referensi terpercaya:
http://nutritiondata.self.com/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/
http://www.who.int/
http://www.sciencedirect.com/
https://link.springer.com/

Share